Sunday, February 19, 2012
LET GO
Langsung sikap mewek.
I'm not so good in goodbyes.
I'm a "hello" people, tipe-tipe orang yang sangat suka memulai sesuatu daripada mengakhirinya.
Gue dengan gampangnya mengangkat telvon untuk ngobrol dengan seorang teman, dan sulit menutupnya..
Gue biasa mengajak kenalan orang duluan, yea, oke, cuma 2 dari 10 yang bisa gue inget namanya.. Tapi seengganya kenal muka.
Dan.. Gue adalah seorang yang mudah memulai relationship.. Whenever it feels right to me.. I would.
Jadinya memang tidak selalu mudah. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.
Mungkin ada saatnya orang itu hanya mengisi beberapa episode dalam satu season hidup kita. Atau.. Yang lebih lama lagi mereka bertahan dalam beberapa season sebelum mereka pergi lagi.
I let them go anyway.
Especially when it didn't feel right anymore.
Bagaikan sendi yang sudah aus dltandai oleh krepitasi, hubungan yang aus jg berderik, berdecit, ribut, 2 hati yang sama² berteriak dari dasarnya meminta tolong.
How to release the pain.
How to release the rain.
How to release "us".
Becoming "I" and "you" again..
Some people may come and go.
Let them.
Their part in our life story is just over.
Then time will lead us, show us whose gonna be in our last scene. With "the end" at the bottomline, sunset at the upperline.
Friday, February 17, 2012
RUNNING OLD
Hey, there.
Keinginan gue buat nulis sesuatu biasanya malah muncul pada saat terjepit. I’m on duty btw. Bsk ada ujian lisan gigi-mulut. I’ve read a lot (likely), so.. I just wanna rants ab my life lately.
Everything goes apart.. Semuanya jauh berbeda dari terakhir gue ngeblog. I feel like am a tourist in my own blog. Things growing apart..I am getting old.. I don’t know if am getting wiser.
Besok.. Eh hari ini adalah hari terAkhir gue sebagai koas (on duty) di RSHS. Perjalanan panjang 1.5 tahun yang dimulai dari bagian bedah akan ditutup besok dengan ujian di bagian gigi dan mulut. Wish me luck, yes??! Hehehehee
Then.. Umm.. Yes, I addicted to run lately. Gue emang suka lari tapi compliance gue rendah. Jadi pada awal tahun ini gue nekat aja join sama sebuah klub lari, Indorunners, yg ternyata sekarang malah jadi keluarga baru gue di Bandung. Bersama Aki, Kak Arie, Dita, Leong, Ka Tyas, Ka Unik, Ka Rian, Ade, Dwi, Habib, Bang Ray, dan banyak lagi.. It kinda weird sometimes how all things going.. And how we enjoy it. In fact, I love running more than I could bear.
Banyak orang yang mungkin memandang sebelah mata dengan lari.. Ya.. Dari pelesetan “lari dari lenyataan”-lah, atau mungkin berpikir bahwa.. Kenapa mesti lari? Lari kan lari SAJA.. Nothing happens in running.
Ya wajar sih kalo ada yang bilang gitu, mereka belum aja menemukan soulnya.:-)
Dulu gue benci lari.
Lari yang wajib, yaitu satu puteran stadion soemantri Kuningan waktu gue SMA was like pain in the ass. Gue ga ngerti apa gunanya lari, apa gunanya ngos-ngosan.. Teu puguh kalo kata orang sunda mah.
Tapi sekarang gue ngerti kenapa sebuncah orang mengerti ‘feel’ nya dan menemukan ‘soul’ sampai feel dan soul itu membentuk suatu ‘passion’ tersendiri pada orang yang berlari..
Gampangnya sih kalo menurut gue, yang pertama.. Lari itu adalah aktivitas dasar manusia. Human is natural runner. Dari jaman purbakala manusia berlari dalam kehidupan sehari-harinya. Berburu, berpindah tempat, mengejar lawan, menghindari bencana alam.. Bagi manusia zaman itu lari itu biasa. Tapi lama kelamaan sesuai perkembangan evolusi dan revolusi, sistem transportasi makin baik, manusia akhirnya kehilangan insting untuk lari tersebut. Padahal pada saat berlari, manusia mempertahankan fungsi tubuhnya. Bagaikan mesin yang harus dipanaskan, berlari membuat tubuh terjaga vitalitasnya. Yeah, gue ga tau sih sejarahnya kalo manusia purba matinya gara² jantung koroner. Itu kan penyakit modern. Heheehe
Yang kedua, dengan berlari lo menemukan diri sendiri.. Disaat kita lari, apalagi menyusuri jalan-jalan, atau kalo trail.. Bagian tubuh kita(kaki) langsung bersentuhan dengan bumi. Membuat kita merasa menyatu sebagai bagian dari alam.
Yang ketiga, waktu kita berlari, kita memacu tubuh kita tanpa bantuan. Kita bergantung pada tubuh sendiri. Ga tahu ya, tapi kalo di gue rasanya powerful aja gitu. Tatapan lurus, badan condong ke depan, mengatur napas, mendorong angin.. Ada rasa kepuasan tersendiri.
Yang keempat, bagi yang suka me-record larinya pasti juga merasakan ini.. Abis kita lari dan mengetahui berapa jarak tempuh, kecepatan, dan juga kalori yang terpakai.. Cuma ada 1 di benak yang kebayang.. Gue mau lari lagi! Dan besok harus lebih baik lagi dari ini! Our record today is our motive tomorrow.. Gitu sih kalo kata iklan Garmin. *bukanblogberbayar*
Yang kelima, lari itu mudah dan murah. Lah iya.. Basic need nya cuma sepatu lari. Olahraga lapangan mana yang ga pake sepatu? Dan karena mudah, acara² racing bisa diadakan sepengen yang buat acara. Ya iya kan.. Makanya racing bisa diadakan tiap tahun dan pesertanya makin lama makin buanyak.. Terlihat bahwa running as lifestyle udah mulai jadi fenomena…
Yang ke-6? Apa ya.. Hmm kalo buat gue lari itu bisa jadi ajang sosial yang bagus banget. Karena kita banyakan, bisa seru menuhin jalanan buat lari.. Kalo ada kegiatan kita ga pernah kekurangan orang karena super banyak! :D semangat kekeluargaan pelari juga tinggi. Kalo ga lagi racing, pelari yang lambat (kayak gue gini) pasti ditungguin ko. Ga bakalan tuh nyasar kayak anak ayam sendirian. :-)
Yang ketujuh..
Yang kedelapan..
Yang kesembilan..
Nanti pasti lo tau lah kalo udah lari. Hehehee
Cita² gue sih ga muluk². As a happy runner.. Gue cuma pengen travel to run ‘round the world! Seru ga sih terdampar di Savusavu Island, Fiji gitu terus lari di sepanjang pantainya yang berwarna turquoise itu.. Atau terbang ke Macchu Picchu, Peru di dataran tingginya yang naik turun, ngetrail disana.. That’s the dream, man.(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)
Someday I will.;)
Okay, then..kerjaan udah, hobi udah, percintaan? Ahaay gue bahkan ga cerita di blog ini bout my last relationship yg berlangsung Juni- November ‘11 ya? Hahahha
Well, I was about being a cougar. Dar! Yah, emang lagi trending nya itu bukan sekarang? :-p
Kidding..
Yah, memang pacar gue yang terakhir lumayan lebih muda dari gue. Dan.. Itu sebenarnya bukan main problemnya sih kenapa gue ga sama² lagi sama dia sekarang.. I just thought.. I don’t see me growing old with him, actually.
Seperti pemandangan yang gue lihat tadi pagi di klinik pendidikan gimul. Sepasang aki-nini yang berusia 80an tahun datang berobat. Si akinya sih yang mau berobat. Si nini nya baweeeeel banget jelasin ke dokternya kalo suaminya itu susah dibilangin lah, ga mau diobatin lah.. Dll. Suaminya yang cenderung pendiem manggut-manggut pasrah aja gitu.. Hehee tapi dari situ keliatan banget si nini perhatian sekali. Sampai udahan di periksa baju si aki berantakan dibenerin lagi sama si nini.. Masih dengan ocehannya yang khas. Si aki hanya manggut-mangut lagi, tesenyum lagi..
I wanna have a life like that. I wanna find someone who I could spend my life with, growing old with.. Without any cheats.. Because I don’t want my big fat ego feed by that hideous habit.
Menurut gue kalo kita jujur sama pasangan kita tanpa menduakannya dengan yang lain itu.. Sama kayak lo berlaku dewasa terhadap diri sendiri. Lo ga menghancurkan integritas cuma karena lo kesepian, iseng, ataupun haus ingin diakui. Cinta itu tidak rakus. Ia merasa cukup dengan porsi yang membuatnya sehat. Baik kuantitas maupun kualitas..
Mungkin gue bukan pakar long-lasting relationship. My past relationships cuma bertahan 5,3, bahkan sebulan.. Paling lama 16 bulan saja.. itu ga lain ga bukan.. I haven’t already meet the one I see me growing old with.
Like I said, I mostly don’t care about things. But when I do it, it is must be my focal infection. Love infect me til the smallest particle in my body. Then when it happen, for a reason it will be irreversible.. Touching deep down inside the spatium of my heart..
Yeah, somebody to running old with. It’s not a bad idea, huh?
Wednesday, June 8, 2011
Tuesday, May 3, 2011
BEAUTYISHPAIN
Pernah dengar kalimat ” beauty is pain”?
I am sure you did.
It is just some phrases you can easily find in mags, women mags.
Or umm.. television maybe?
I just tot u did.
Nah, beberapa orang kepo dan menanyakan ke gue apa filosofi dibalik “beauty is pain” dimana kalimat itu menjadi official email gue untuk apapun.
Yea, anything in my life is according to that account.
It is beautyishpain@yahoo.com
Pake “h”?
Hmm.. yah itu dia yang biasanya jadi pertanyaan selanjutnya. kenapa mesti pake “h”.
Beberapa orang berpikir ” Wow, pasti ada filosofi di balik itu.”
Another mean guys said ” Lo pake “h” biar tulisannnya kayak alay-alay gitu ya?”
Sad, it was just rude. :(
Sebenernya gue ga pernah menjelaskan ke siapa-siapa.
Kenapa?
There are only 5 alphabets reason.
M A L A S.
You know, people just cant get it.
Everything we explain to them sometimes just kinda waste of time.
People dont care that much to listen the whole story.
Only two reasons, eh 3 reasons why people wanna listen to you. Your philosophy actually.
One, they have crush on you.
Two, they are jobless.
Three, they’re paid.
So, dont wish anyone would listen what is your probs, your philosophies, your jokes, anything.
Anyway, do not hope. Ha ha
So, i just want to type some to explain to my self what ” beauty ish pain” is about.
It is not about beauty. It is not about pain, anyhoo. It is not about is.
Cantik (beauty) itu kata sifat.
Kata sifat bisa diukur levelnya. Seperti kembali lagi ke cantik.
Cantik biasa. Cantik sedang. cantik sangat.
Nah, biasanya orang bisa mengukur kualitas “cantik” dirinya.
Cantik biasa. Cantik sedang. Cantik sangat.
Except for bitches, alay bitches who got over-confidence. That is another thing.
Sekiranya orang bisa menilai dirinya, maka dia akan mencari kerumunan spesies yang selevel dengan mereka. Untuk berteman, bekerja, ataupun untuk berkembang biak. Sori, maksudnya mencari pasangan. (Entah kenapa berkembang biak terdengar seperti sedang membicarakan ternak).
Dengan mengerti level itu, maka orang bisa mengira-ngira jati diri mereka dari siapa yang ada disekitar mereka.
Contoh!
Si Andre dan Andra adalah anak kembar. Si Andre punya geng anak moge. Motor gede. Rata-rata temannya berkumis panjang, bewok, tato, sangar, tatapan mata elang, jeans dengkul bolong, dan sebenarnya.
Sedangkan si Andra, ia tergabung dalam kelompok ilmiah remaja. Isinya adalah manusia-manusia ber IQ melayang di udara (saking tingginya), membuat robot yang bisa menanak nasi, menciptakan roket yang bisa terbang ke planet buri-buri, dan kerjaan-kerjaan lainnya yang cuma bisa bikin orang tepuk tangan.
Nah, apa sekarang tanggapan kalian terhadap 2 anak ini?
Beda kan satu dengan yang lain.
Pasti pada mengira kalo Andre lebih banyak negatifnya daripada Andra.
Hell yeah, lihat aja dari teman-temannya!
Padahal mereka kan saudara kembar. Kenapa kita ga berpikiran lebih positif bahwa mereka tuh ga beda jauh tabiatnya?
Kenapa mesti liat dari teman-teman mereka?
Nangningnungningnangningnung… bingung ya? :p
Beauty is(h) pain.
Account ini saya buat dengan tujuan untuk mendapatkan email yang tetap untuk buku tahunan SMA.
Dari dulu gue punya email perasaaan ga pernah settle. Gonta-ganti mulu.
Akhirnya gue bingung. Lagipula email gue sebelum BIP sangat-sangat alay.
Sangat labil dan seperti ABG bingung.
Dan setelah menimbang-nimbang, solat tahajud tiap malam, makan nasi merah nasi putih, muncullah kalimat “beauty is(h) pain”. Akhirnya ilham itu datang dari langit.
Terus kenapa musti pake “h” woi??
Ok, ok we’ll get there.
Balik ke beauty is(h) pain.
Sejujurnya mah, selipan huruf “h” itu buat sok asik ajah.. sok slang hip-hop kituhh..
Tapi kalo sekarang mah, berhubung saya sudah insaf, maka akan saya kembalikan ke kata asalnya.
Ish itu berari “kira-kira” kan ya? Yah, kira-kira begitu.
It is like ” Ok, see you at 6-ish”
Arrrrtinya ” Baiklah, sampe ketemu jam 6-an”
Jadi, mereka ga ketemu pas jam 6 teng, tapi mungkin jam 6 lewat 3 detik, gitu.
Wae, orang Indonesia mah janjian jam 6 semua pada dateng jam 7 kurang seperapat. Ya kan? Ya kaaan??
Jadi, bisa dibilang “ish” disini ya emang “ish”.
Bukan bentuk alay dari “is”. Sekian.
Dan kata terakhir yang sangat mempunyai banyak arti, banyak lika-liku, dan konotasi maupun penjelmaan denotasi lainnya adalah..
Mari kita sebutkan bersama-sama dengan suara lirih, PAIN.
Empat huruf, 2 vokal, 2 konsonan, 1 arti. ( ah, ribet lo, Ri)
Tiap orang punya definisi sendiri terhadap pain.
Kalo dari saya mah, yang saya pelajari, pain adalah salah satu gejala inflamasi.
Dimana dari inflamasi tersebut terdapat gejala-gejala lain seperti redness, swell, warm, dan loss of function.
Ziahahahaha gak lah. Gue ga akan bahas itu kok. Kaga ngerti-ngerti banget juga dah.;p
Serius, bagi gue, “pain” adalah satu kata yang sulit didefinisikan.
Bagaimana menurut Anda?
Isilah titik-titik dibawah ini :
1. Menurut saya “pain” adalah …
2. Saya pernah merasa “pain” ketika … (bagi yang pernah.. bagi yang belum? ke laut sono biar digigit teripang dan ngerasain “pain”)
3. Kalau sedang merasa “pain” biasanya saya …
4. Orang yang pernah membuat saya “pain” adalah … karena …
5. Sesuatu yang bisa menyembuhkan “pain” yang saya alami adalah …
Cepet ya! 12 menit lalu kumpulkan!
Nah, kalo udah gitu kita tau kan level “pain” kita dimana?
Seberapa vulnerable kita terhadap pain itu sendiri.
Semua orang jelas pernah ngerasain pain. Cuma beda cara mengatasinya aja.
Orang yang terlalu vulnerable terhadap pain yang dialaminya akan terlihat jadi anak galau sepanjang waktu dan tidak menikmati hidup.
Jadi, jangan dilakukan ya, anak-anak.;p
Penelitian di kota Wenxys,Slovakia mengatakan orang yang galau terus-menerus yang melebihi 46% dari harinya terbukti akan mengurangi umur hingga 3 jam tiap 1 persennya! Waspadalah! Waspadalah!
Pernyataan saya diatas cukup dimaknai saja ya, actually, there is no town named “Wenxys” in Slovakia or any other places in the world).
So, beauty is(h) pain!
Setelah kita mengetahui dimana posisi kita, kualitas kita sebagai manusia, maka kita akan menjadi lebih aware terhadap apa yang akan terjadi di hidup ini.
Seperti gue pas akan menghadapi ujian. Terus gue ga belajar.
Otomatis gue bisa mengira-ngira “sebisa apakah gue terhadap ujian ini?” tepatnya “se-percaya diri apakah gue terhadap ujian ini?”
Nah, ketika gue mengerti itu gue bisa mengira-ngira hasilnya. Taruhlah gue dapet C, gitu. No surprises. Minimalize pain! Toh gue tahu ko kalo gue ga belajar jadi besar kemungkinan tidak dapat A! Ambil peluang terbesarnya. Peluang terbesar gue adalah dapet C atau D. So, terima saja. Tidak ada sakit hati.:)
So, how’s “beauty is(h) pain” in relationship?
Sama seperti prinsip diatas bagaimana kita mengetahui level kualitas kita dan hasil yang diharapkan.
I will share a bunch of true story..
Jadi, gue pernah menjalani hubungan singkat dengan orang ini. Seberapa singkat?
Sangat singkat? Kalo gue nanem jagung, paling baru ketemu tunas. Lagu “memetik jagung” belum gue dendangkan. (Eh, ada juga lagu “menanam jagung” ya?).
Sebenarnya, I am not actually into this guy.
Teman-teman gue sampai nanya, “Serius lo? Bukan tipe lo deh.”
Tetapi, gue mencamkan ke diri sendiri, ” Ori, kapankah engkau akan menerima seseorang apa adanya? Bukan ada apanya?”
Oke, yang menjadi masalah adalah bagaimana prinsip apa adanya itu? Bagaimana kalau hanya seadanya? atau diada-ada-in? Bagaimana kalau ternyata tidak ada apa-apanya?
Okk, those are rude.
Let me ameliorate for ya.
As a human, I have many considerations to have a relationship.
I am sure anyone does.
Salahnya gue waktu itu adalah, gue tidak me-“matching”-kan antara kebutuhan dengan apa yang ada. Jelas-jelas gue sudah mendapat petunjuknya.
Seperti, kebutuhan akan pria dewasa. Lah jelas-jelas orang ini pernah bilang, ” Kalo kamu kira aku orangnya dewasa aku gak banget loh. Aku ini tipe orang yang pengennya gini( kayak bocah) terus.”
That is, one point.
Next!
Yah, boleh lah satu lagi. Sebenarnya poin diatas akan menjelaskan kelabilan-kelabilan berikutnya which is berasal dari satu masalah “man-up-thing” tadi.
Contoh lain, we had a broke up conversation in front of many people. I told him to have that uncomfort conversation in a place where it will be just us. Yang terdekat, kamar gue.
Mengapa?
Karena ini adalah masalah pribadi yang bukan tontonan masyarakat. Oh, you are craving for public attention, eh?
Silakan jadi artis, atau biar cepet silakan terjun dari mall terdekat biar terkenal.
So, when I offered the option (to the private place), he said ” Aku ga bisa nih, buru-buru.”
Then, okay, got that.
Tapi beberapa hari setelah itu dia konsul ke gue dengan santainya dan gue juga menjawab dengan santainya. But, he tot that am not that friendly anymore.
Oh, so you think we had “friendly-broke up-conversation”? In front of many people?
Cute.
It is.
I am not mad at you. Not essential to me. I just tot that human like you do not have to be my friend. Period.
Kalau dibilang saya tidak bisa berteman dengan mantan?
:)
Z? Oh, please he’s such a big brother to me.
Gue masi bales-balesan twitter sama O, kadang-kadang suka curhat juga.
Dengan A1? Lah kan gue teman sepermainan. Liburan bareng juga sering.
Kalo A2? Memang kami tidak dekat tapi hubungan silaturahmi bisa dibilang baik.
Bagaimana dengan J? Gahh, we hang out sometimes.
Dalam kasus gue ini, gue tahu dimana posisi gue sebenarnya.
Gue tahu siapa gue, kualitas yang ada di diri gue, plus minus-nya gue, tabiat gue..
So, I kinda choose what I deserve.
Karena saya tahu apa yang baik untuk saya, saya bisa mengira-ngira orang mana yang bisa respek sama saya, mana yang hanya memanfaatkan, mana juga yang beritikad baik atau buruk.
Kesadaran diri juga membuat seseorang tidak hanya menyelami jati dirinya namun juga mengerti siapa yang pantas untuk dirinya.
Ketika seseorang mengerti hal ini, tidak akan ada pengharapan yang berlebihan, tidak ada kecemasan dalam dirinya, tidak ada “pain”.
Because you are nothing I deserved.
One thing I deserved from you, a lesson:
“Do not lower your standards, you will get what you deserve.”
CheeriO! :)
Saturday, March 19, 2011
VALUE
Bukan cuma merasa tidak dihargai sebagai individu dengan segala kompleksitasnya namun juga perbandingan antara satu dengan yang lain biasanya tidak imbang adanya.
Perbandingan antar manusia tidak teruji validitasnya, apalagi kalau emosi dan subjektivitas terlibat didalamnya. Sungguh tidak fair, kan?
Mungkin kali ini pembahasan saya agak serius. Bukan, bukan karena saya akhirnya ingat kalau umur saya tahun ini menginjak angka 23, tetapi lebih karena keadaan yang memaksa saya untuk tidak ber-haha-hihi saat ini.
Anyway... saya baru saja melewati sesuatu yang cukup mematikan. Yuk mari kita tarik napas dalam-dalam lalu kita sebutkan bersama-sama, Fuuuuhhh......
"LONG-CASE ILMU PENYAKIT DALAM"
Ya, apalagi kalau bukan ujian P3D (Program Pendidikan Profesi Dokter) yang sangat melelahkan itu. Jiwa, raga, emosi remuk redam. Ujian yang berlangsung bisa lebih dari 6 jam. Melibatkan sensorik dan motorik, kecerdasan dan ketangkasan, kelihaian dalam berlaku menjadi seorang dokter dimana otak masih potongan mahasiswa. Angker!!!
Jadi tuh prosedur ujian longcase kira-kira begini..
Jam 7 pagi kami berlima yang ujian pada hari yang bersangkutan menunggu di depan sekretariat untuk dipinang (yuk.. deh) bysitter masing-masing. Bysit inilah yang bakalan menemani kita selama ujian. Memberi pengarahan, meluruskan yang salah, dan kalo mujur (kayak gue) sih bysit bisa jadi dewa penyelamat ketika otak udah buntu.
Udah ni kan.. kita dikasih kasus. Tentu saja kasus yang sudah pernah dipelajari sebelumnya. Lalu ketemu sama pasiennya.. kita lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik sambil diperhatikan oleh pengujinya (dokter konsulen).
Setelah itu selesai, baru deh kita disuruh menulis status penyakit dalam. Waktunya kira-kira 1 jam. Rata-rata sih.. bisa kurang bisa lebih. Kemudian penguji akan "ngobrol" 4 mata sama kita mengenai status pasien tersebut. Biasanya bisa 1 jam.
Yah, begitulah. Mulai jam 8-9 selesai jam 1-2. Tentatif sih. Bisa gila nunggunya kalau pas dapat penguji yang super sibuk atau yang super lama "ngobrol" nya.
Mana bahasa mereka udah tingkat dewi kwan-in.. makin susah dicerna. Makin menyerahlah kami. Huhuhuhuhuhu
Sebenarnya ujian longcase dibandingkan ujian yang lain bisa dibilang ga segitunya. Lelah, bosen, ilfil mungkin iya. hal-hal demikian yang se[ertinya menjadi momok bagi kami. Tapi waktu pelaksanaan ujiannya sih.. all iz well. Semua baik-baik saja. Justru bagi gue sendiri ga berasa. Apalagi kalau sudah bertemu dengan pasien yang kooperatif . Mereka bisa sangat membantu kita. Mungkin deg-degannya waktu bertemu dengan konsulen penguji.
Tapi lagi-lagi karena konsulen penguji saya baiknya maha baik, yah.. i did enjoy my longcase:)
Memang ujian di koas masalah hoki sih. Balik lagi harus kuat doanya. Semakin kuat doa, semakin mungkin terdengar oleh Allah SWT:)
"How we value life is how we value ourselves."
Kalo menurut kalian apa yang harus dinilai dari sebuah hubungan?
Penilaian tentang pasangan kita? Apakah sikapnya tepat?Apakah sikap kita tepat?
Apakah benar saya melakukan itu? Apakah masalah ini harus diselesaikan?
Banyak sekali pertanyaan yang harus dijawab.
Banyak pula cerita yang harus diceritakan.
Kemampuan kita untuk merasa nyaman dalam berbagi masalah dan cerita. Mungkin itulah nilai yang kita ambil dari sebuah hubungan.
Sepertinya sulit untuk menyatukan 2 pikiran. Pasangan suami istri yang sudah puluhan tahun saja masih bisa tidak mengerti keinginan pasangannya. Bagaimana yang baru kenal seumur jagung?
Terkadang komunikasi adalah akar permasalahannya dimana kita tidak berpikir bahwa tidak selamanya orang tahu apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan.
Dengan diam, yang timbul hanya kesalahpahaman. Dengan emosi, hanya hal-hal negatif ada di pikiran.
Yeah, how we value our relationship is how we value the point of trust. Then again, trust could only reached by great communication.
Komunikasi yang baik dan seimbang mungkin hanya bisa dilakukan 2 orang dewasa yang mempunyai pikiran yang luas dan terbuka.
Komunikasi adalah masalah orang dewasa.
Keberhasilan hubungan dapat dilihat dari keseimbangan komunikasinya.
It's how mature human did it. It's how they deal with their significant others.
It's how they value their relationship.:)
cheeriO!:D
Saturday, January 22, 2011
FAKE
So that's a quite popular quote said ," Just be yourself."
It aint that simple tho'.
Once you open up yourself to someone or some people.
It's not always easy.
So you know, being fake is the most reliable reason for people. To adapt. To mix up.
To be 'human'.
Akhir-akhir ini kehidupan gue berjalan ringan. Tidak seperti biasanya.:)
Keadaan jauuuuuh lebih menyenangkan sejak meninggalkan anestesi.
Keadaan umum gue tetap statis sih, masih jadi keset di RSHS. Sekarang gue jadi kesetnya bagian Radiologi dan Kedokteran Nuklir.:D
Tapiii gue bersyukur bgt sama kelompok gue sekarang. Kelompok yang sangat phlegmatis ketika bimbingan. Hehee
Lucu aja gitu kelompok yang isinya gue, Shasha, Ode, Kang Rhesa, Kang Marda, Kang Epoy ups! Kang Fauzi, Teh Sophia, dan Teh Dhania sangat tenang dan selalu dalam keadaan zen ketika bimbingan.
Aman, damai, sehat, sentausa.
Kami mendengarkan bimbingan dengan saksama, mengangguk, mencerna, tersenyum, dan tertidur... eh salah ya?
Dan.. begitu kelompok kami bimbingan bersama 2 kelompok yang lain suasana tiba-tiba memanas.. Serigala-serigala buas dari kelompok lain mulai membakar ruangan..
Groaaaarrr!!!
Waktu itu residen radiologi sedang menjelaskan sesuatu di depan, terdengarlah sebuah istilah baru, "KP".
Mulai kan anak-anak kasak kusuk apa sih si KP. Salah seorang dari kelompok gue dengan ga pedulinya menggumam, "KP kan TBC.." dan bersikap skeptis kembali.
Kelompok diseberang mulai berteriak, " Emang KP teh apaaa... KP apaaaa..???"
Si Kang Prof.Zay lalu bersabda, " KP itu TBC!!" kasak kusuk belum juga usai.. Teh Ersa yang ucil krucil tapi suaranya kayak petasan molotov (ada gitu?) berdiri dari tempat duduknya menghadap ke anak-anak. She screamed, " KP kaaaaaan tebeeee!!!!!!"
Dia teriak sambil mengacungkan tinju ke udara.
-_______________________________-""
Rasanya waktu itu gue pengen teriak ke kupingnya, "SANTAIII WOIIIII!!!!"
Lalu kupingnya mimisan. (Gak laaaahhh)
Tapi kelompok kecil kami adalah kelompok yang rukun.
Kami ber-24 selalu membantu sesama, merawat Kak Icha bumil dengan menuruti segala kengidamannya, menjarkom berita-berita penting, belajar, dan sedih susah senang joget bersama.
Asiknya di kelompok kecil gue ini ga ada yang kanibal. Alias emte.
Dulunya waktu kami di bagian kulit dan kelamin sama anestesi belum sedekat ini. Memang sih, jadwal di radiologi membuat kami (mau tak mau) jadi intim.
Gimana engga?? dari jam 06.30 - 18.00 kami selalu bersama. Sebenernya sih maksimalnya dari jam 06.30 sampe makan siang karena kami dikurung di sebuah ruangan koas yang sejarahnya adalah gudang tempat penyimpanan peawat radiologi yang rusak. Disana ngapain lagi kalo bukan... oh oke emamg ada beberapa yang masih konsen belajar. Merekalah dokter-dokter teladan bangsa Indonesia! *tepuktangan*
Sementara dokter masa depan Indonekat: Gue, Shasha,Ode,Rhesa,Marda, Ibay dan Apink.... kami pun belajar. Belajar tidak membohongi diri sendiri bahwa kegiatan kami selama menunggu bimbingan adalah main kartu, nonton DVD, gosip, tidur, yaa sesekali nyalin tugas, ngemil, dan bermain permainan yang ternyata membuka tabir kami yang terdalam, Kokology.
Bagi yang belum tahu dan.. ah masa sih ga tau?? Kemana aja looo?? :p
Kokology itu berasal dari negerinya Miyabi, isinya berupa pertanyaan-pertanyaan simpel yang jawabannya ternyata mendeskripsikan kepribadian seseorang secara aktual. Ga bisa bohong ga bisa dibuat-buat karena yang dilihat adalah jawaban spontan, yang pertama kali keluar dari mulut yang bersangkutan.
Ada satu pertanyaan yang membuat Akang siluman Barney Stinson, Kang Rhesa, terjebak. Well, gue ngomongin dia disini karena dia otaknya paling koslet diantara semuanya. Kerjaannya selama koas kayaknya cuma melototin residen cantik, gosipin Roberto Cavalli (which is cowo normal akan bilang, " WTF Roberto Cavalli???"), dan ngomentarin segala sesuatunya dengan cara belebihan, "Gila!! Tu dokter seksi banget! Bikin muncrat sedunia!!". Singkatnya, kata 'sedunia' pun mendarah daging tulang hati dan limpa bagi kami semua. Amen.
Jadi dikit-dikit, "Aaaaaah ni orang paling nyebelin sedunia!"
Ada yang udah kelaperan kronis, " Udah atulah bimbingannyaaa..udah laper sedunia!!"
Gue yang udah kebelet menunaikan tugas mulia, "Duuu...gue pengen b*k*r sedunia!!" Shasha pun mengingatkan, "Jangan Ri! Ga bisa napas orang-orang kalo sedunia ketutupan b*k*r lo!" -,-
Tuh kan jadi lupa mau ngomongin apa..
:/
Oiaaa nah diantara pertanyaan-pertanyaan Kokology itu ada salah satu yang menarik.
"Kalo kamu melihat ada 2 orang anak kecil bertengkar di depanmu.. Apa yang akan kamu lakukan?"
Ini adalah pertanyaan terbuka. Jadi tiap orang bebas berekspresi dengan jawabannya.
Ode : " Yah, bilangin aja. Tapi males ah kalo mesti ngelerai. Bodo.."
Gue: " Ah suka-suka deh, urusan mereka."
Kang Marda, Kang Uji : Melerai sampai tuntas.
Kang Rhesa : "Iya, gue lerai.. terus gue marahin.. Terus gue bilang sama yang paling songong, kalo berani ayo lawan gueeee!!!!"
Dan... pertanyaan itu adalah mengenai apa tindakan Anda terhadap teman yang sedang berzina.
Tetoooottttttt
(Yak, bisa dianalisis sendiri, kawanss.. Jadi Kang Rhesa kalo ada temennya zina dia bakal marahin mereka dan...menawarkan diri untuk threesome. Awesome!) -,-
Gara-gara ini kami ga bisa menutupi kepribadian sebenarnya. Ketahuanlah siapa yang sanguinis, melankolis, koleris, dan phlegmatis.
Ketahuanlah siapa yang self-absorbing, egois, keras kepala, anteng, pemikir, ga mau mikir, ngeres mulu, dan lain-lainnya.
Seru banget teh si Kokology ini.:)
Tapi gue mikir bahaya juga nih si Kokology, bisa-bisa aib gue kebuka sebelom waktunya.
Jadi, kalo punya calon pasangan jangan mainan Kokology.
Eh.. apa sebaliknya?
Gimana menurut lo, kita mesti terbuka atau tertutup atas kepribadian kita yang sebenarnya?
Katanya tuh yaa masa pacaran sama udah married bakal beda banget.
Pacaran : "Sayang, tolong ambilin koran di meja itu dong. Makasih ya sayangku.. muah muah cilukbaa.." (oke, ga gitu juga)
Menikah: " Eh, koran dong. Tuh di meja."
Atau ketika bertemu setiap hari, dengan orang yang sama.. Respon kita bakalan beda dengan frekuensi ketemu yang jarang nan ditunggu-tunggu.
Pacaran: "Sayang, nanti pulang kerja aku tunggu di tempat biasa ya. Kangen kamu banget deh. Aw aw aw"
Menikah: Buka pintu, nyari gelas kopi, buka kaus kaki, selonjoran. Nothing comes up.:(
Yaa ga gitu juga sih. Buktinya bokap gue yang udah 23 tahun menikah sama sekali bukan pria seperti itu.:)
Tapi sayangnya, ada indikasi bahwa pria seperti bokap gue adalah anomali.
Kalo 2 vignette diatas menggambarkan 98,7% perlakuan suami terhadap istri, bokap gue termasuk 1,3% sisanya.:)
Menyedihkan sekali ketika 2 orang yang membutuhkan satu sama lain dan akhirnya berkomitmen untuk menghabiskan hidup bersama tiap harinya tidak saling menghargai lagi.
Kejadian kayak gini sekarang ga asing lagi gue denger. Ga usah jauh-jauh deh. Ini datang dari lingkungan terdekat gue sendiri.
But I dont have right to tell further story because it's confidential, rite?
Yang gue rasakan cuma satu, sedih.:((((
Dan tahu ga, bapak-bapak, ibu-ibu, kalo Anda sekalian berlaku demikian?
Anak-anak Anda bisa jadi skeptis, sinis, dan tidak mampu berkomitmen juga bertanggungjawab.
Kenapa gue bilang begini?
Karena gue yang tidak merasakan langsung menjadi anak dari orang tua seperti itu saja merasakan ke-skeptis-an yang mulai merasuk jiwa. (Oke,jijik)
Gimana kalo gue ngerasain langsung?
In a relationship, maybe people started to make a relationship in sort of beautiful ways.
Everything is just perfect.
Then so you know, this world aint perfect.
And the people you love, you choose to love, they got their own problems and weaknesses.
You can't prevent it because it is humane. Anyway, you got it too.
Do not be such a bizarre bipolar woman to make a long term relationship. It won't work.
You know, you are too old for that 'stuff'.:)
Jadi gue mah setuju sama salah satu perkataan di timeline twitter gue :
" Pria sejati itu tidak brengsek, tidak merokok, tidak mabuk, tidak flirting, tidak kasar, tidak berteriak, dan tidak pernah ditemukan."
Selama ini gue hidup dengan checklist. Apa yang ada di hidup gue harus tertera pada checklist itu. Harapan demi harapan. Bagus sih kalo ternyata gue bisa mencentang apa ang jadi rencana.
Tapi lama kelamaan gue jadi ga bisa menikmati hidup. Untuk sebuah ekspektasi yang tidak realistis kegiatan checklist hanya membuat pesimis dan hidup dalam kepalsuan.
Dan sejauh ini, checklist won't work for 'this' stuff.:)
If you love him/her because he/she was nice.. Would you still love him/her when he/she get angry??
If you love him/her because he/she got a beautiful hair.. Would you still love him/her anyway when he/she turn baldy?
If you love him/her because he/she always be there for you.. Would you still love him/her anyway when the distance separates?
Okay, not that serious, tho' hehehehhe
Itu mah buat yang mau married besok aja dehhh (Tag: Nada Ristya, lalu.. hmm sepupu gue Rima Oktaviani..:) Wow, yous are getting married soooooon...... :D :D )
Tapi pada intinya sih gue mulai belajar bahwa emang ga usah dipungkiri lah kita sebagai manusia kan ada kalanya ingin bersama seseorang, ada kalanya ingin bebas..
Ada saatnya manusia memerlukan dukungan dari orang terdekatnya, ada pula saatnya manusia harus kuat menjadi dirinya sendiri..
Bersama-sama dengan seseorang bukanlah mengambil kepribadian menjadi orang yang kita bayangkan, namun menghargainya sebagai manusia seutuhnya sambil tetap menemaninya mencapai tujuan.:)
Because in the end, we are not committed to someone we choose to be with.
We committed to ourselves.
Committed if we elect him/her, we will cherish him/her whatever.. whatsoever.. and responsible for the relationship itself.
NO FAKE FOR GOD SAKE.
CheeriO! :D
Friday, December 24, 2010
SUPER-FICIAL
Some of desperate things, but any nice too.
Gue baru aja ganti bagian. Setelah bagian kulit yang mendera kami penuh derita..sekarang gue ada di bagian anestesi yang (latanya) super-santai.
Memang sih.. dari luarnya anak-anak anestesi yang lalu menjalani hidup mereka penuh suka cita. tanpa beban tjuyy..
Tapi ternyata setelah gue jalanin engga juga.
Justru gue ga bisa barengan lagi makan siang karena tiap kelompok kecil jadwal perseptorannya jadi ngaco..
Ga bisa libur panjang christmas dan tahun baru karena masih ada jaga..
It's not super-santai, indeed.
Tapi yang jelas, kemujuran kami waktu di bedah terulang dong.. Bisa-bisanya tadi kelompok penomenal gue "reuni" di koridor depan RSHS. Ketawa cekikikan tanpa dosa dan law ofattraction kami yang sangat kuat membawa makhluk-makhluk itu berseliweran di depan mata. Yayy!
Sebenernya gue ga suka dibilang kalo menilai sesuatu atau bahkan mungkin seseorang dari luarnya saja.
Dont judge the book by its cover. That wus elementary kids said.
Tapi kalau lo tinjau lebih dalam, bagian luar seseorang merupakan presentasi dari apa yang ada di dalamnya seseorang. Baik jiwa maupun raganya.
Ada pepatah bijak bilang, " Berpakaianlah seperti hari ini adalah hari istimewa bagimu."
Pepatah ini dah gue buktikan 93,93 persen validitasnya.
Suatu hari gue abis pulang kuliah mampir ke salah satu supermarket di daerah Pasteur. Gue masih rapi jali dengan baju kuliah. Disana gue cuma beli satu macam barang, ga penting dan ga mahal. Tapi pramuniaganya berlaku sangat ramah. Setelah gue meninggalkan tempat itu mereka mengangguk berterima kasih ada sampai berapa kali.
Hari yang lain, waktu weekend dan kerjaan gue lagi tidur seharian, gue mencoba mengais-ais makanan di kosan yang ternyata nihil. Akhirnya gue ke supermarket yang sama buat beli banyak makanan. Tapi, as u guessed, walaupun gue belanja banyak mereka ga terlalu respek ke gue tuh krena gue kesana cuma pake baju "setela" gue tidur : celana panjang piyama, kaos lembek yang super-pewe yang udah ketumpahan kopi dan beberapa bercak es krim, rambut dicepol asal-asalan, dan sendal jepit. Gue sadar kalo gini caranya berarti gue ga menghargai diri sendiri. Asal-asalan itulah yang mencerminkan pribadi gue waktu itu.
Nah, ga heran kan kalo orang juga memperlakukan gue tidak penuh respek?
Jadi yang namanya "bungkus" luar itu sama pentingnya dengan apa yang didalam.
Kalo pepatah gue mah, " Suits yourself like its your day and everybody will treat you like its your birthday."
Ga ada salahnya kok menyayangi diri sendiri. Memperbaiki penampilan kita juga untungnya bukan buat siapa-siapa melainkan diri sendiri.
Tapi memang ada beberapa orang yang laggard.
Maksudnya ga nerima kalo bagian luar itu penting lhoo ternyata.
Ada 2 tipe laggard dalam berpakaian :
1. Orang yang tau cara berpakaiannya salah tapi ga tau cara memperbaikinya padahal ia ingin.
2. Orang yang tidak tahu cara berpakaiannya salah karena terlalu pede dengan apa yang dipilihnya.
Tipe laggard 1 relatif bisa lebih mudah dicairkan persepsinya, karena mereka intinya memang ingin di-make over oleh orang lain yang peduli.
Tipe orang seperti ini baisanya akan berubah menjadi lebih baik setelah bertemu orang yang mereka yakini bisa membuat mereka jadi lebih baik.
Contohnya cowok yang jadian sama cewek yang sangat memperhatikan penampilan si cowok. Karena si cowok ini mau ngelakuin apapun, ya mau deh akhirnya berubah.
Tapi tipe laggard 2 itu layaknya batu intan. Mau digeraji kayak apapun yang namanya dia udah pede dengan cara berpakaiannya yang salah. Ya apa boleh buat. Nasi sudah jadi bubur. Mari kita makan pake kerupuk.
Biasanya orang-orang seperti ini mesti dapet ilham dulu deh baru kembali ke jalan yang benar. Hohohoho
Then, how about relationship?
Is it wised to pick up our coule from the superficial?
You know, sometimes a statement swimming in my head that it called SUPER-ficial maybe it just super.
Orang mungkin memang pada akhirnya memilih hati sebagai tambatan akhirnya dalam memilih pasanagan,
Tapi..dari sekian hati mana yang akan tertambat, filtrasi pertama lewat apa dulu?
Disini mata-lah yang jadi penanggung jawabnya.
mata menyeleksi siapakah yang akan jadi pasangan kita.. dan mata,dengan segala keterbatasannya. mata manusia hanya diciptakan untuk melihat bagian luar sisi dari seorang manusia.
Jadi, kenapa kita masih meremehkan itu?
Mata dan hati, sama vitalnya.
Walaupun orang buta dapat hidup hanya dengan mengandalkan hati, kita sebagai manusia normal hendaknya menghargai ini.
Gue sendiri tidak muna kalo melihat orang kulit luarnya dulu.
Sebenarnya juga cara pandang gue biasa aja. Asal bersih, rapi, wanginya appropiate, pakaian yang pantas dan sopan, it just enough.
Kalau tahu caranya, ini bisa jadi sangat mudah.
Tapiii bagi kaum laggard type 2 tadi....hmmmm...
mendingan mulai dari kitanya aja deh, tanya ke keluarga/teman/pasangan apa cara berpakaian dan membawa diri kita sudah cukup baik atau tidak.. Minta mereka untuk jujur.
Biasanya dan mestinya yaah mereka akan memberi masukan yang membangun.
So.. if you just cant stop judge the book by its cover...
of course because the book called the way it is because it got cover.
So from now on, respect yourself. Suit up! just like Barney said.:)
cheeriO!:)
Saturday, December 4, 2010
DYNAMIC
Selama 22 tahun lebih ini gue mempelajari pola hidup.
Bingung memang mengenali diri sendiri.
Lebih mudah menghakimi orang lain.
Nah, ternyata gue selalu punya waktu-waktu tertentu merubah kebiasaan diri sendiri.
Entah itu ke arah yang lebih baik atau tidak.
I dont know. The matter is am a girl who susceptible to be bored and always needy for new direction.
Perubahan itu ga terjadi secara sengaja. Itu terjadi begitu saja.
Contohnya gue yang ga pernah beli sesuatu berwarna baby blue atau shocking pink..
Akhir-akhir ini gue sering membelinya.
Untuk makanan juga.
Gue cenderung makan mie...terus akhir-akhir ini.
Mie diapain aja yah.
Mie pangsit,i fu mie, mie dingin, mie ramen, udon, mie tek-tek, lo mie, mie Indomie goreng Jumbo..
(oh ya salam hormat gue buat pencipta Indomie goreng Jumbo. Your idea wus brilliant. Karena gue berpikir kalo satu bungkus kecil ga nendang banget tapi kalo 2 biji juga kuli banget.)
Akhir-akhir ini gue lebih banyak memakai logika daripada perasaan.
Gue cenderung bersikap objektif dan mencoba mengurangi rasa sensitif.
Alur hidup gue bawa sesantai mungkin.
Bukan berarti gue ga punya arah, ini semata-mata tentang cara menyikapi hal-hal yang tak terduga diluar perhitungan.
Even I really like surprises.
Tapi kejutan kan ada yang menyenangkan ada juga yang tidak menyenangkan.
Dan gue sebagai manusia biasa mau enak-enaknya aja. Hehehhehehehe
Contoh yang lain adalah gue paling suka bertanya-tanya mengenai seseorang.
Seseorang yang mungkin menurut orang lain public enemy musuh dalam selimut, backstabber..
Gue malah penasaran.
Gue yakin there's something more about this person.
Something exciting indeed.
Waktu pertama kali gue liat ini orang judgement pertama gue adalah.. dia anak Malay?
Saking keponya (atau bego) gue nanya langsung.. "Sori.. lo anak Malay ya?"
Untung dia cuma ketawa denger pertanyaan gue yang bodoh.
Ya, memang saya selalu terlihat bodoh.
Dulu gue kira ini orang non-approachable banget. Nakutin.
Potongannya adalah orang yang selalu berjalan lurus kedepan. (ya masa nyamping? lu kira kepiting?)
Terus tipe-tipe manusia robot yang sudah terprogam hidupnya di dunia ini.
(No, he doesnt sound like 'beep-beep-beep')
Dan tipe orang yang pas lo ajak ngomong cuma bilang, "Otak kamu tidak sesuai dengan kompetensi otak saya. Percuma saya jelasin ke kamu."
(Hmmm..yang ini kayaknya rada bener deh soalnya kalo dia jelasin apa gitu ke gue.. guenya super belet)
Yaudah itu aja.
I just tot that he's just so passionate for all the things which he lived about.
He got the direction. Forcefully oriented.
And the man who do that always looks sexy in my eyes.
Satu lagi, perkiraan gue yang ternyata dia punya "kehidupan" lain selain kesehariannya itu bener kok.
Dia suka satu band persis kayak gue itu aja membuat gue seneng.
Ya,am such a music geek. Meskipun aga ada satupun alat musik yang gue bisa, gue begitu menjiwai lagu-lagu band yang gue suka sampe suka masup-masup ke dalam mimpi.
Sorry if it makes you nauseated.
He could be a fun guy.
He could be an interesting man to be with.
He could be so attractive
or...
He could be that superficial.
This game remained exciting and made you alive when you have no expectation at all.
cheeriO!:D
Friday, August 13, 2010
Friday the 13th, the 22nd
Karena saat itu kita spesial!
Walaupun waktu di dunia ini sebenarnya berkurang namun bersyukur telah melewatinya dengan orang-orang dari surga seperti kalian.
Well happy birthday to me.
Am freakin 22 y.o! - -"
Buat segala ucapan dan doanya saya cuma bisa bilang
Makasi makasi makasi!!
Sukses juga buat Anda semua.
cheeriO!:D
Thursday, August 12, 2010
UNCONDITIONAL
Blogger murtad yang tidak segan-segan menghilang dalam kurun waktu yang tidak ditentukan.
Kalo kata Changcuters wanita racun dunia, maka Twitter adalah racun para blogger.
Berani taruhan deh pada gitu juga kan? *nyari temen*
Abisnya kalo nge-tweet gue bisa kapan aja, cepat interaksinya, hemat waktunya, dikit nulisnya..
I wont able to be a good writer then. Huhuu :'(
Mestinya kalo kita punya hobi ato kegiatan yang positif jangan ditinggalkan beigtu saja.
Mengasah kemampuan adalah hal yang wajib untuk meng-upgrade diri.
Jangan upgrade aplikasi BB aja!!
Btw anw busway, gimana udah upgrade BBMnya?
Jangan lupa back up dulu contacts nya temans..akika udah pusing tuju keliling nih gara-gara contacts akika raib gitu aja.
Seperti kita mencintai siapapun di hidup kita..mencintai pekerjaan dan hobi juga sama pentingnya.
It's the way we appreciate ourselves as human being.
Menjadi cerdas dan bersahaja. Tuntutlah ilmu sampai negeri Cina. (?)
Gue ngerasa jadi udang selama liburan ini?
Lah ko udang?
Kalo bego kan otaknya otak udang.
Benar-benar lepas dari buku bacaan dan kebiasaan berpikir tidak hanya membuat daya ingat menurun. Tapi lama kelamaan kesadaran menghilang..bahkan level otak bisa terjun bebas setingkat sama anak kelas 2 SD!
Mendengar fakta yang mengerikan (meskipun tidak sepenuhnya benar) makanya gue biasain baca lagi.. bacanya baca majalah yang berisi sperti Men's Health (Biar berisi gitu kayak Dion Wiyoko).
Bukan laah.
Gue baca Aku Anak Sholeh.
Namanya juga bulan Ramadhan.. harus memperdalam ilmu agama dan menebalkan iman, ya tho?
Anw selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan! ;)
And so you know tontonan gue ga melulu infotainment, jadi rada-rada sering nonton berita. Terkejut ketika sekilo cabe menembus angka Rp.40.000.-/kg. Lebih mahal dari ongkos Primjas. Lebih mahal dari setengah lusin DVD. Lebih mahal dari pohon cabenya sendiri. Huhuhu
Oia saya mau cerita sedikit tentang malam wisuda 2006 kemarin.
To the point aja ya yang bikin gue girang malam itu cuma si emcenya (hihihihihih)
Ga sih.. Ih GR aja!
Maksudnya Gigi Rontok.
Terlalu PD bisa menyebabkan gigi rontok dan gusi berdarah.(??)
Jadi gini..tadinya tuh acaranya mau diadakan di Sierra. Tentu saja masih di daerah Bandung.
Kami bukan anak-anak tidak tahu diri yang memaksakan acaranya di Las Vegas.
Kami tahu kami belum cukup umur.
Tapi ternyata akhirnya acaranya itu mentok dilaksanakan di Gedung Eyckman.
Ruang Serbaguna.
Hmfffff.
Ga tau ya apa motivasinya. Tapi usut ga punya usut katanya Pak Dek*n tidak menyetujui acaranya diselenggarakan di Sierra karena tidak mau memberikan kesan bahwa kami.. FK Unpad 06 adalah calon dokter yang hobi pesta pora.
Waee
Perasaan itu masih kategori resto keluarga deh.
Tapi ya gimana lagi Dek*n sudah mengeluarkan fatwa, kami rakyat jelata hanya menurut.
Bubar jalan grak!
Acaranya untuk ukuran gedung serbaguna tidak terlalu membuat rakyat mengais aspal.
Kami yang sudah sering dizhalimi dapat menikmati acara dengan lapang dada.
Yang bikin gue sebel sambel adalah BAJU GUE.
Gue udah nyiapin 2 baju.
Kata anak-anak nanti ada kata sambutan dari petinggi-petinggi FK. Jadi mesti sopan lah ya. Salahnya..yang menurut mereka sopan itu adalah mbak-mbak dan mas-mas kantoran.
Pas gue dateng ga sedikit cowo-cowo pake batik lengan panjang.
Gue berasa menghadri acara kenduri tahun 70-an.
Sebentar lagi kursi-kursi dirapatkan ke tembok lalu kita lesehan dan mulai mengaji.
Cewe-cewenya masih rada mendingan.. at least mereka pakai blus-blus gaul yang suka dipakai buat ke mol.
Memamg jadi rada sedikit distorsi zaman disini.
Belum lagi anak-anak band yang tampil dengan gaya grunge campur mod tahun 80-an.
Rame deh pokonya.
Semua bebas berekspresi dengan gayanya masing-masing.
Bukan..tema wardrobe gue ga back to stone age.. yang jadi masalah gue disini adalah tights yang gue bawa bukanlah seperti yang kukira.
Begitu saya pakai..wow menerawang.. Saya malah ambil stocking saudara-saudara..
Sebenernya gue itu tipikal orang yang berkepala dingin.
Jarang sekali menganggap masalah sebagai masalah.
Badai pasti berlalu. Ketek monyet ga punya bulu.
Tapi kesalahan terbesar saya adalah berganti baju dan berinteraksi di tempat yang salah.
Kamar @silvi_cilip . Bisa di-follow ya twitternya sebelum Anda block dia untuk selamanya.
Muwahahhaaha
(salam damai,Cilippa..aku sayang kamu kok ;P)
Pertama, dia bilang dekanat dan petinggi FK akan ada disana sepanjang malam. Bersukaria bersama.
Kenyataan : Dateng sih, emang..tapi cuma sambutan aja 1 jam pertama lalu mereka pulang..bobok di rumah.
Kedua, dia parno plain maxi dress gue yang tanpa lengan itu bakal membuat gue dikejar-kejar mereka lalu gue diskorsing dan ga wisuda.
Kenyataan : Ternyata ada sobat kita yang pakai tube dress dan sehat walafiat (ga masuk angin besoknya). Sadis!
Ketiga, ketika gue kalang kabut nyari tights atau legging..Cilippa memang meminjamkannya.. tapi ga tau gue mimpi apa kemaren ato salah apa gue sama bencong perempatan coca-cola..gue dikasih legging bolong silite yang dihiasi peniti segede kunci inggeris sebagai penutupnya.
Perihal legging bolong ini gue maklum lah wong dia baru pindahan.. Tapi so sorry ma pren.. peniti lo gengges benerrr. Ok emang ga segitu gedenya sih tapi itu lebih gede dari peniti-peniti normal yang ada dipasaran pada umumnya dan di rumah gue pada khususnya.
Setelah itu gue jalannya perlahan-lahan kayak siput pingsan.. salah-salah kalo gue lari keperawanan terampas gara-gara peniti gigantisme kebanyakan hormon itu.
Kenyataan : Well, lo ga usah capek-capek pake legging, Nona.. Yang pakai mini skirt juga mbuaaanyak! Dan terlebih lagi keselamatan Ms.V tetap terjaga. Itu yang terpenting.
Ga comfy sama baju sendiri gue bener-bener mau ngabur aja. Untung ada si Icad dan tentara disfungsionalnya mengajak gue pergi dari sana.
Beberapa saat sebelum pestanya bubar gue dan yang lain udah ada di Sobber.
Menghibur diri dan meluruskan punggung. Tak lupa gue melepas legging puasaka itu.Yaaay
Jujur gue kedinginan disana. Dua bulan di Jakarta bisa merubah gue jadi makhluk berdarah panas.
Belum lagi gue pusing karena seharian udah ajrut-ajrutan di travel. Perjalanan 4 jam men..
I wish I had a cuppa coffee.
Sampai mas-masnya bilang..," Wah, untuk hot drinknya udah ga ada lagi teh.."
Hoo
Gue maklumi. Mungkin termos mereka rusak.
Hmm green tea freeze sounds good..pikir gue waktu itu.
Mas-nya mengiyakan tapi itu hanya kebahagiaan semu. Dia lalu kembali dan bilang kalo green tea-nya kosong.
Gue nyerah dan memesan jus wortel. Di rumah gue emang suka minum itu buat sakit kepala.
Dan..wortel pun belum dipanen!
Errrgh. Sebentar lagi gue naik ke atas meja bar dan nyanyi 'Geregetan' baru tau lu!
Yah kalo di bar gitu emang ga bisa ngarep sih..kalo gue minum cocktail ato shots bisa2 gue besok ga pulang karena tambah pusing. Padahal malemnya udah mulai tarawih.
Abis dari sana perutpun terasa lapar
Gue baru inget pas di Eyckman cuma makan mie kocok sama eskrim 1/2 cone.
Jadilah gue dan Icad berkelana di jalanan kota kembang berharap bisa mamacu. Makan-makan lucu.
Mendadak kami jadi pingin dimsum.
Bingung nyari makanan jam segitu akhirnya kita mutusin untuk makan di Bober..yang katanya ber-dimsum.
Sayang sekali pas disana ternyata si dimsum cuma ada siang hari.
Kamfeeeet.
Setelah itu kami makan makan lucu dengan calamari, cream soup, dan segelas kopi sambil bertukar pikiran (baca: gosip).
Ngakak juga gue tukeran berita dengan gengnya.
Serta merta kita (gue sih) jadi ngomongin astrologi.
Nah bagi yang mengira astrologi itu musyrik..itu cuma ilmu perbintangan yaaa
Bukan terus disembah.
Sama halnya dengan ilmu filsafat, ilmu statistik, dan matematika.
Masa kita nyembah matematika??? Kubur aja idup2!!! *dendampribadi*
Dia pun terpukau (terjijikkan) dengan kebolehan gue ber-astrologi.
Lucunya kita sama-sama Leo jadi banyak sifat yang sama. Sama kaconya.
Seperti yang kita ketahui bersama Leo sering dikaitkan sebagai raja dalam zodiak, the sun of solar system, dll. Paling mencrang sendiri deh.
Tapi sayangnya kemencrangan ini tak pelak membuat kami para Leonard dan Leonista menjadi bastard and bitch.
Bagi yang pingin sekedar tau..Leo itu cucok dengan orang-orang Gemini, Sagitarius, Libra, dan Aries.
Paling bertolak belakang dengan Capricorn dan get the hell outta Pisces.
Darimana saya tau segala hal ini?
Hmm ini adalah hasil penelitian dan pengalaman selama bertahun-tahun, readers....
Dan seperti saya bilang tadi..menuntut ilmu tidak boleh setengah-setengah walopun 'hanya' ilmu astrologi.
Karena karakteristik orang itu sedikit banyak ngaruh loh sama zodiaknya. Ehehheh
Bukan buat apa-apa terkadang gue terbantu dengan hal ini buat menghadapi orang.
Kayak jangan terlalu kasar sama si Pisces.. jangan lelet kalo bareng Aries dan sagitarius..dan memaklumi perfeksionitasnya kaum Capricorn dll..
Tapi bukan buat antipati dan underestimate orang!
Jangan ya.
So upgrade yourself ! Learn to learn unconditionally!
Happy fasting dear brighty readers.
cheeriO!:D
Wednesday, June 30, 2010
WILLING
So many stories I wanna write down but.. in case gue menuliskan apapun di twitter jadi gue kurang gairah untuk makro blogging.
Jangan Orri!
Gue udah janji (entah sama siapa) buat terus update blog ini.Haaa
So..let me begin.
Eghemm (clears throat)
Pada dasarnya 2 bulan ini bisa gue gambarkan dalam 3 kata.
Mess.Stress.Success.
Memang 2 bulan kebelakang ini gue sok sibuk karena gue butuh sikap sok sibuk itu meluluskan diri.
Alhamdulillah kerja keras gue selama ini berbuah manggis..eh manis.
BORING.
Gue bukan orang yang cepat tertarik akan sesuatu.
Mungkin dari sifat dasar gue yang pembosan.
Jadi kalo ada hal baru ada 3 yang setidaknya pasti gue lakukan :
1.Curious beberapa saat
2.Vanishing or
3.Continuing and get bored or continuing and get bored..later.
Kurang bagus juga sifat seperti ini karena jauh dari yang namanya stabil.
Bagaikan aki soak, gue harus banyak disetrum biar maju.
Ah, nyebutin aki gue jadi pengin membagi pengalaman gue dengan aki.
Nope bukan gue pacaran sama aki-aki ato pingin minum aki..
Sebuah cerita tentang aki laknat dimulai dari suatu hari Minggu di Jatinangor.
Malam sebelum Judicium I kemaren gue stuck di Nangor.
Celingak-celinguk ga jelas setelah seharian siangnya ngabisin makanan sampah dan beberapa dvd akhirnya gue memutuskan untuk nobar World Cup di Bandung.
Mobil gue jalan seperti layaknya mobil..(ga geter-geter dahsyat spt bajaj)
Terus pas banget abis lampu merah Gedebage mesinnya tiba-tiba mati.
Mati-Gitu-Aja.
Di tengah-tengah jalanan by pass mobil gue mogok.
Keadaan gue waktu itu cuma kosong dan mencoba tetap tenang.
Beberapa orang bapak mendekati gue salah satunya ada dari pom bensin deket situ mulai membantu gue.
Kegiatan dorong-mendorong pun dimulai.
At least sekarang mobil gue di pinggir.Di jalur lambat.
Waktu diperiksa keliatannya yang rusak adalah si aki itu.
"Ga nyetrum,Neng batrenya."
Mendengar si bapak pake kata 'batre' untuk aki gue ngebayangin betapa mudahnya kalo batre mobil kayak batre remote tipi..
"Oh..batrenya abis nih,Oke..Pak,tolong beliin saya batre ABC yang sedeng 2 buah."
Pasang batrenyah..beres.
Ato kalo engga batre hp.
Wah,abis batrenya..tinggal colok ke stop kontak.Aman.
Nah kalo batre mobil alias aki ga bisa kalo abis-isi-jalan lagi men..
Itulah kenapa gue ga mau berurusan sama mesin mobil.Gue cuma bisa make.That's it.
Gue masih pede sejuta karena membawa jumper.
Biasanya kalo disetrum lewat mobil lain langsung bisa lagi.
Akhirnya gue numpang masuk pabrik untuk menyetrumnya lewat sebuah truk.
Distrum sekali..nyala.
Gue udah girang.
Tapiiiii pas baru aja di depan pagar pabrik.
Nyet,mobilnya mati lagi.
Orang-orang mendorong mobil gue lagi untuk di setrum ulang.
Strum lagi.
Yeaay nyala.
Terus mati lagi.
Ada kali 5 kali gue setrum tuh aki tapi hasilnya nihil.
So fucked up.
Gue tahu malam itu gak bakal bisa pulang pakai mobil.
Ga masalah sih kalo gue mesti ngangkot ato apalah
Yang jadi masalah waktu itu tentu saja keselamatan mobil gue sendiri.
Tapi untunglah di pabrik itu ada satpam 24 jam.
Seenggaknya gue bisa pulang dulu dengan agak tenang.
Bapak-bapak itu menyuruh gue untuk menelepon orang untuk membantu gue.
Gue bilang keluarga gue di Jakarta.
Mereka masih nunggu gue untuk menelepon orang.
Emangnya siapa heh?
Ga ada orang yang masih di Nangor I guess, lagipula kalopun ada gue males ngerepotin siapa-siapa.
I always believe I can cope with anything all by myself..convincing I had worse experience than this.
Setelah gue titipin ke Satpam dan Pak RT setempat gue balik.
Karena udah malem dan gue udah capek banget gue nyetop taksi.
Beberapa kilometer kemudian gue udah di kosan.
Sampai di kamar gue masi bengong.
Kayak ga percaya aja apa yang abis gue lakuin.
Gue lupa apa rasanya khawatir ato panik.
I just want to escape.A while.
Sebuah tempat yang selalu bisa bikin gue rileks.
Keadaan yang menjauhkan gue dari rasa lelah dan marah.
Satu hal yang tidak pernah ada rasa bosan untuk membicarakannya berulang-ulang.
Pada waktu yang bersamaan ada teman baru yang belom gue perdengarkan cerita tentang itu sedikitpun.
Jadilah gue membicarakannya sebagai escapades.
Karena gue tau teman-teman gue yang lain udah merah telinganya kalo gue bicarakan hal ini lagi.
It is not bad as it sounds.
Walaupun kedengarannya menyedihkan anehnya itu adalah hal yang paling menyenangkan untuk diingat.
Setidaknya kalau yang tertinggal cuma itu gue udah merasa cukup.
Cukup sebagai bukti dia pernah ada di hidup gue.
Pasti ada kan sesuatu yang kalo lo ingat dan itu membuat lo tersenyum.
Tersenyum dilanjutkan oleh tawa atau tersenyum dalam tangis.
Dua-duanya sama indahnya,
So what will happen then if I have to throw that thing away?
I live with my memories.
I walk with my destiny.
And rule my whole life.
It is a strong willing.
Salah satu pemahat memori gue adalah sebuah foto.
Foto itu sudah menemani gue selama 4 tahun lamanya disana, mengantarkan gue ke gerbang sarjana.
Disaat ga ada satupun yang bisa membuat gue bernapas panjang dan berlari lagi..
Dimana gue dalam kondisi neurosis dan sedikit yang bisa melihat itu
It is not essential to wash it away.
All I know is I choose my choice.
And for now I choose to save this serious stuff for later.
cheeriO!
Friday, April 30, 2010
ANOMALY
Sekarang lagi ngetren lagi tuh orang yang jualan makanan nostalgia kayak wafer cap Superman, cokelat ayam jago, terus permen cicak dll. Kasian emang anak SD jaman gue, bisanya nangkring depan sekolah makan makanan sampah dan beli lotrenya abang-abang. Anak SD jaman sekarang bisa main pet society sambil tetep bbm-an sama teman-temannya.Cool.
Gue ngomongin ginian serta merta karena sekarang gue lagi makan 'nyam-nyam'.Itu loh biskuit stik yang bisa dicolak-colek pake krim cokelatnya.Enak banget.Kalo yang lagi gue makan ini ada sugar rice-nya.Seru emang makan nyam-nyam, ribet, dikit, bikin nagih.
Begonya gue.Disaat cewek-cewek di luar sana lagi getol makanan organik, gue malah eating craps.-____-
Hari ini adalah H-1 penutupan Olymphiart. Bagi yang baru baca blog gue, Olymphiart itu adalah pekan lomba olahraga dan seni tahunan antar angkatan di kampus gue.
Tadi yang gue tonton adalah lomba Vocal Group.Angkatan gue menyumbangkan 2 finalis yaitu grup JUara PErtama dan Bay-bay and The Backbone.
Enaknya nonton orang yang nyanyi-nyanyi begini adalah lo ga selamanya teriak-teriak kayak pas jadi suporter futsal di lapangan.Iyalah, kalo berisik pan diusir ntar.
JUPE dan BAB.
Kalo kita bikin suatu frase bisa jadi : Jupe beol.
Dari kedua grup gue suka kedua-duanya.Masing-masing punya ciri khas.Gue sebagai orang yang sangat awam dengan not-not balok, tangga nada, dan apapun lah itu suka takjub aja kenapa mereka bisa bikin aransemen yang beda banget dari aslinya tapi jadinya...superb! Jenius sekali, Kawan.
Tapi kalo ngomongin nonsense, sinting, dan di luar akal manusia gue akan memberikan award buat JUPE.Gak tau ya menurut gue tiap tahun mereka ada aja ulahnya yang bikin orang-orang selalu semangat nungguin JUPE mau bikin ulah apa lagi nih?
Mereka beda dengan grup vokal yang lain yang biasanya tampangnya serius dan elegan.Gue harap mereka bisa tetap mempertahankan ciri quirky -nya itu.kayak pas kemaren mereka dandan ala Lady Gaga...beneran aja tuh si Tanteu, slah satu personilnya bisa aja memodifikasi tudung saji jadi sebuah headpiece.Hari ini mereka juga sukses menghibur penonton dengan konsep nyanyi yang digarap seperti variety show.Kocak dan camen banget.
Biarin aja dianggap kelainan atau kostum yang bikin sakit mata..Yous did GREAT!!Selamat atas kemanangan JUPE sebagai runner-up vocal group competition Olymphiart 2010!! :DDD
Gue sendiri posisinya belom berubah dari Olymphiart tahun lalu.Masih jadi wardrobe dan make-up artistnya Semprul Production.Tapi tahun ini skill gue mesti diasah lebih tajam.Agak ribet karena gue mesti bikin efek-efek khusus kayak..hngg bilang ga ya?;p
Lumayan ribetlah dibanding kerjaan gue tahun-tahun lalu yang cume ngemake-up biasa aja.Jadi cantik gitu maksudnya.Tapi ini malah..yaa nonton aja makanya filmnya.Hehhehee
Kalo dipikir-pikir emang apa enaknya ngurusin wardrobe, make-up, dan special effects?
Sebenernya sih itu balik lagi ke orangnya.Gue orangnya mudah terpuaskan oleh hal-hal yang superfisial.(?)
Maksudnya?yaa gue gatel dan hobi aja.Ngurusin beginian hasilnya langsung dilihat saat itu juga dan gue suka ngeliat orang yang gue permak bisa beda jauh dengan biasanya.
It's a thing.
Kalo udah dapet soulnya gue dengan lancar bereksperimen tapi kalo lagi ga mood jadinya kurang pas sama yang diharapkan.Pada dasarnya sih sama aja dengan kerjaan lainnya. Tapi kalo kita udah suka sama suatu pekerjaan memang lebih asik dan ikhlas ngerjainnya walaupun orang-orang mikir buat apa sih kita melakukan hal-hal yang ga biasa itu.
Mengingat gue orangnya impulsif dan 'terserah gue' biasanya hal-hal demikian ga jadi soal.
If I want a thing, seriously, I will go for it :)
Yang jadi masalah bagi gue malah konflik batin di dalam diri gue sendiri.Gue ngebayangin orang yang sendirian berdiri di sebuah cadas ditepi laut...memandang matahari terbenam sambil bergumam, "Aku..aku bukan diriku yang biasanya." #muntah
Tapi memang benar, apapun kata orang lain pada akhirnya yang memutuskan adalah diri kita sendiri.Hati kecil kita yang tahu dan mengarahkan apapun yang hendak dituju walaupun itu adalah sesuatu yang sulit diterima oleh orang lain.
Gue dengan mudahnya mengerti apa yang gue inginkan tapi ketika gue berhadapan dengan seseorang di depan kaca (diri sendiri:red) terkadang ada saatnya ingin memerangi bayangan itu dan meninggalkannya.Hal ini gue simpulkan sebagai keadaan dimana hati tidak sejalan dengan nalar.Gak bisa milih salah satunya tapi ga mungkin juga mengelak keduanya.Keduanya harus berjalan seimbang.
Hadeeh jadi berat.Maap deh sindroma skripsi. ;p
Ada sebuah kebiasaan gue yang agak-agak lagi kedengarannya.Gue suka banget meneliti seseorang.Terlebih kalo gue memang cukup tertarik yaa.Entah itu karena adanya afeksi maupun purely penasaran.Gue biasanya mengira-ngira karakteristik orang dengan numerologi atau zodiak mereka.Ok,call me cheesy tapi hal-itu ga sepenuhnya salah dan terbukti gue cukup terbantu selama ini dengan 2 metode itu.*mulai deh..*
Kalo buat zodiak ada beberapa diantaranya sangat gue kenali karakteristiknya karena orang-orang dengan zodiak ini banyak berseliweran di hidup gue.Zodiak yang paling gue kenali sampe ga tau sama sekali tuh kayaknya mah : Leo,Pisces,Libra,Capricorn,Sagitarius,Scorpio,Cancer,Virgo,Taurus,Gemini,Aries, baru Aquarius.
Tapi kali ini gue ga bahas perbintangan melainkan kehobian gue memprediksi karakteristik orang.
Beberapa minggu yang lalu pas gue di rumah Jakarta seperti Minggu sore biasa gue ngopi di teras sambil tukeran gosip sama nyokap.Tiba-tiba dia terhentak ingat akan sesuatu.Nyokap bilang ada yang nelpon ke rumah dan nyari gue.Cowok.Suaranya sopan banget.Lupa siapa namanya.Dang!
Punya nyokap dengan gejala alzheimer dini emang rada ribet.Karena bukan sekali ini aja ada yang nyariin gue tapi nyokap ga bilang.Kayak dulu pernah ada rencana reunian SD, temen gue sempet nitip pesan ke nyokap.Dicatat sih, tapi ya itu masalahnya tuh sobekan sampe ga di gue?Jadi deh, gue ga ikut reunian SD.Swmpet ga enak karena kesannya gue sombong, belagu ga mau ngumpul-ngumpul lagi.Padahal am dying to meet them.Kangen beneran deh.:(
Gue nerusin cangkir kopi kedua gue sambil terus ngobrol seru sama nyokap tapi pikiran gue bercabang, mikir-mikir siapa kira-kira orang itu, siapa yang lagi berkepentingan sama gue sampe nelpon ke rumah, bukan ke HP..
Pas gue dan nyokap sama-sama diem gue dengan asal nyebut satu nama dan...bener aja dong.Soooo..random.Terlebih karena namanya tuh awam banget.Tiap keluarga besar pasti ada yang nama panggilannya itu.Temen gue juga ada beberapa yang namanya itu
Rasa penasaran yang udah mendarah daging di jiwa raga gue pun bangkit.Gue tanya deh tu satu-satu dimulai dari yang paling gue kenal dekat.Kalo diitung sih ada 1,2,3,4,5,6,7,8,sama 9 kalo pake sepupu gue.Gile.Pasaran aja tuh nama.Pertamanya sih gue ga niat-niat amat nanyanya kalo mereka lagi online dan kebetulan bisa diajak chat baru gue tanya.Satu,dua,tiga bilang tidak, tidak, dan tidak.Sepupu gue?Ya enggaklah pasti nyokap gue kenal.Yang lain malah bilang ,"Ngapain gue nelpon lo?" Sial.Kan gue nanya,Nyet.
Tinggal dua orang sisanya yang menurut gue sama-sama ga mungkin karena gue pikir gue ga pernah berinteraksi langsung dengan mereka.Gue juga udah mulai lupa.Tapi kebetulan yang satu lagi online YM jadi iseng gue tanya..dan jawabannya juga bukan dia, Pemirsa.
Sisa satu orang lagi dan bikin gue makin penasaran.Kalo bukan juga ngeri juga nih.Atau jangan-jangan gue pernah ngisi form apa gitu ya terus gue ngasih nomer rumah gue dengan bahlulnya.Tapi nyokap gue meyakinkan gue kalo itu tuh temen gue, bukan dari suatu institusi ato lembaga tertentu.Hmm..Okok.
Singkat kata karena gue penasaran biar cepet gue sms aja tuh orang.Kebetulan (lagi) ada nomernya di web.Sejujurnya gue ga ngerti orang yang nyantumin nomer pribadi di situs jejaring sosial.Ga safe aja gitu.Atau emang sengaja ya?Entahlah.
Jawaban si orang terakhir ini berbeda dengan 7 orang sebelumnya tapi bukan berati iya juga. Kalo 7 orang itu dengan cepet bilang "Enggak." dia bilang " Mungkin-tapi-lupa." Masuk akal sekali.Tapi setelah beberapa kali reply dia bersikeras bukan dia yang nelpon gue.Ok,santai gue cuma pengen tahu aja kok (justru keingintahuan gue itulah yang bikin ga santai,ya ga?;p).
Dari situ gue jadi nyadar sebenernya gue sering ngeliat dia di kampus.Gue juga ngerasa akhir-akhir ini dia baru muncul ke permukaan.Ga tau ya gara-gara apa tapi dia punya karakter yang ga biasa dan bisa bikin gue mikir ini orang mikirnya gimana sih?
Kalo dari penerawangan gue sejauh ini ya, dia membuat dirinya dikenali dengan cara dia sendiri, ga peduli dengan pendapat orang lain, keras kepala, ga gampang nyerah, antusiasme tinggi, memiliki fanatisme pada sesuatu hal, percaya bahwa dirinya sendiri mempunyai kemiripan dengan hal yang menjadi fanatik baginya, dan cenderung memiliki social skills yang rendah.
Ada lah beberapa hal yang menunjang gue mengungkapkan hal itu tapi bukan berarti gue nge-judge negatif loh.Buktinya peran si Rangga yang 'autis' di AADC membuat dia jadi icon cowok oke saat itu.;D Yah semua sifat memang ada sisi positif dan negatifnya.
Ada yang gue sayangkan disini, bahwa dia sebetulnya punya material yang cukup untuk memiliki penampilan lebih baik.Gampangnya sih dia ga sadar apa yang ada dalam dirinya yang bisa ditonjolkan secara tepat baik secara superfisial atau dari sikapnya.Ini membuat gue jadi geregetan.Kalo dilihat sih kata Ratih ga se-absurd yabg gue sebutkan ko.Dia normal, mukanya bagus, pakai bajunya ga kaco seprti kata gue.Terus apa yang salah?Dia mau jadi dirinya sendiri aja kok.
Gue mulai mempertanyakan bagaimana kita bisa tertarik pada seseorang yang paling tidak menarik perhatian kita sebelumnya.Faktor-faktor apa saja (mulai deh...) yang menjadikan kita ingin menggali kehidupan seseorang.
In a Relationship, biasanya kita punya muse dalam penggambaran seperti apa pasangan yang sesuai dengan kita.
Hal ini bisa dikarenakan kita memiliki ekspektansi terhadap kehidupan setelahnya ,sebuah keyakinan bahwa kita harus mendapatkan sama persis dengan sesuatu yang hilang karena kita berpikir bentuk seperti itulah yang paling cocok dengan kebutuhan.Padahal belum tentu yang kita asumsikan itu benar adanya.
Jadi, apabila kita merasakan sesuatu terhadap seseorang apapun itu biasakan gali sikap positif, karena walaupun cara pandang kita berbeda dan terlihat absurd satu sama lain kita akan melihat lebih banyak warna di dalamnya.
Mungkin warna yang kita cari-cari selama ini dan tidak kita temukan dalam perspektif kita tertinggal pada orang itu.
Aih,sori gue ngantuk sealaihim gombreng.I don't know what am talking about exactly.Tapi yang pasti kali ini nalar dan hati kecil gue sejalan.Hihiii
Maybe you were him, i do really care
Maybe you hate my batch, I don't hate yours
Maybe you hate me, I wont hate you
Nothing but anomaly, I do care you have your own theory.
cheeriO! :DD
Tuesday, April 6, 2010
ACCEPTANCE
Macet.
Kadar emosional gue harus disensitisasi lebih besar sebenarnya kalo cuma menghadapi macet.
Tapi ini rasanya jauh dari itu.
This is about the traffic-storm-flood-lost melancholy.
Beberapa hari ini gue masuk ke dalam tahap paling ajib dari skripsi gue.
Nyari data.
Setelah kesasar-kesusur memperjuangkan medrec akhirnya gue mendapatkan alamat pasien yang bakal gue datangi, diagnosis kerja, dan data-data lain.
Kalo dibilang alamat di medrec sangat membantu gue bilang sih ENGGAK juga.
Banyak alamat yang ditulis pake huruf arab botak alias ga bisa dibaca..
Orang-orang yang alamatnya di luar Bandung which is gue eksklusi..
Orang-orang yang almarhum/ah..
Bosen lah ya kalo bagian itunya mah
Gue mau cerita bagian yang bikin vibrasi aja.Geter-geter gitu.(?)
Sebenernya gue sendiri pesimis skripsi gue bisa dilakukan.
Melihat alamat yang madesu itu gue sempet mikir jangan-jangan gue ga bisa lulus tahun ini.
(Astagfirullah)
Gue pasrah.
Mana gue buta jalan, belom lagi kaco kalo masalah ngapalin jalan.
Tapi untunglah ada ilmuwan-ilmuwan cerdas menginventori sebuah teknologi bernama 'Google Map'
Gila.
Kalo udah selese ini kacrut semuanya mungkin gue bakal kirim e-mail sama developersnya.
Sekedar pingin ngucapin something like "Nuhun pisan nyak.."-dsb.
Seriously,this is a very smart invention.
Orang buta arah kanan kiri suka kebalik kayak gue diberikan arah sejelas-jelasnya selamat sampe tujuan.
Ok,kedengerannya norak dan pasti orang pada mikir yaelah-kemana-aja-lo.
But I will appreciate it as my acceptance.
Ga apa-apa karena orang ga tau betapa berartinya ini buat gue.(backsound : You Raised Me Up- Josh Groban).
Yeah gitu trus tadi gue nangis di mobil dan..
Bentar (sipping jasmine greenteas)
Sampe mana ih?
Oh ya sampe saat ini Alhamdulillah udah 50% responden gue kumpulkan dalam kurun waktu seminggu.
Insya Allah seminggu lagi rebes dan gue bisa melanjutkan bab 4 dan 5 sebagai finishing touch (yah,pasti banyak touch-up nya sih ;p)
Eniwei photoshoot buku angkatan di kampus sudah mencapai 50% jugaaaa :) :D
Agak sedih tapi tadi ga bisa ikutan sampe selese karna mau ketemu responden.
Terus kan..
Ahh ga fokus!
Nah terus bagaimanakah seorang oposum buta seperti ori-ba (Ederong-way nickname) menemukan sang responden?
1.Klik di Google Map kecamatannya,kelurahannya.Catet sampe belok kanan-kirinya.
2.Pelototin petanya.
3.Ngaji dulu 2 juz..(ga kok,but I will)
4.Dijalan kunjungi dulu kecamatannya.
5.Kelurahannya lah ya
6.RW nyah
7.Yak makin dekat sodara-sodara..kita ke RT nya
8.Baru deh tanya orang lewat (ex: "Punten Bu,ini RT sekian RW sekian?Ada yang namanya Pak Nganu ga?Itu loh yang kena luka bakar.." dan si Ibu itu pun akan menjawab "Oooh Pak Nganu ayo sini Neng Ibu anterin kerumahnya." Gue : :D )
9.Wawancara dimulai.
Ihiy
Semua responden menurut gue punya respon yang positif dan mereka kooperatif.
Dan semuanya pun unik, bikin gue terhanyut dan ga bisa lupa.
Kalo gue bikin acara grammy atas para responden gue (apa sih) gue bakalan memberikan mereka piala masing-masing satu.Abis semuanya punya semangat hidup yang luar biasa dibalik kehidupan yang jauh dibawah rata-rata.
It's just.. am ashamed of myself.
Terkadang kalo gue udah nyampe kosan terus gue inget-inget perjalanan hari itu gue pengen ketawa-ketawa sendiri.
Buat gue ini yang paling menegangkan.
Nope, I wont talk about a supranatural metaphysical stuff.No,really.
Jadi pas hari Sabtu (3/4) adalah jadwalnya gue ke Dayeuh Kolot.
So extraterrestrial fer me,of course.
Tepatnya di Kp.Sirnagalih Kel.Sukasari something..
Karena gue bener-bener pasrah ama mbah Google ya gue susurin aja noh jalan setapak, lembah, jurang..sampe gue mesti ngelewatin daerah penuh ilalang tinggi (dan gue pikir ga ada satupun makluk hidup disitu)..
Then ga cuma sampe itu aja pas gue berniat lewat jalan Cijeruk..I wus losing track!
Ga tau itu apa tapi jalan satu-satunya adalah jalanan yang offroad gorila.
Kanan-kiri gue danau berombak ngeri-ngeri amboi dan jalan yang gue lewatin itu ga ada pembatasnya.
Saat itu gue mikir..Well kalo apes-apesnya ban gue kempes disini ketusuk apa kek gitu.. abis aja nih.
Gue tenggelem di danau.Ga bisa berenang.Ga skripsi.Ga bikin acara nujuh bulanan anak gue.
Sampe gue ga ngegas sangking pelannya jalan di jalanan maksiat itu.
Dalam hening kuberdoa.
Doa gue terkabul laksana jalanan itu berakhir sudah.
Sekarang gue dihadapkan jalanan lurus tak berujung.Pelan-pelan gue ngegas dan menemukan sebuah warung.
Gue coba nanya ke teteh-teteh warung..rada telmi gitu bo.
Malah pertanyaan gue dijawab dengan cemerlang sama anak singkong berusia kira-kira 8-9 tahun.
Dia kenal sama responden gue. T.T
Gue udah ga bisa mikir,gue ajak dia aja masuk mobil, gue culik sebentar buat nunjukin rumah.
I didn't know exactly what am feelin but I felt like everthing slow down.
I could feel the noise of breezy air, the way it got thru my skin.
I live in a deadline, never imagine I can sabotage it to be 'alive-line'
And for a moment around the lively..I was dead.Inside.
Cukup jauh juga untuk mencapai rumah si responden.Tapi sekali lagi ada aja orang baik yang menghampiri gue.Bapak-bapak bermotor dengan ramah memberikan tumpangan pada gue dan Ahmad.
Iya, tuh bocah namanya Ahmad.Tiga SD.Dan bikin gue nyesel setengah juta karena ga sempet ngasih apa-apa ke dia.
Bukannya gimana, anak segitu emang lagi hiper ato gue nya lelet, pas gue ngasih sesuatu ke dia..udah aja gitu dia lari ngabur..nyerusup ke hutan belantara itu.
Then again,I just didn't know.Again, God sent me an angel.
Gue masuk ke rumah yang sangat sederhana.
Keadaan yang agak berantakan membuat pemiliknya menegaskan bahwa tempat mereka baru terkena gempa.
Gue sempet nunggu sebentar karena si anaknya lagi di sawah dan berbincang sama ibunya yang ternyata lagi sakit.
Dari cerita si ibu gue akhirnya tahu gimana kronologis musibah luka bakar yang dialami anaknya, gimana anaknya itu ga bisa nerusin ke SMA karena ga ada biaya, sampe kegigihannya untuk menjalani hidup dengan apapun yang bisa ia lakukan.Sincerely.
Anak itu ga banyak ngomong, tapi ramah.
Badannya hitam legam, bau matahari, celananya berbercak tanah.
But one thing, he is happy.
Dengan senang hati dia mengisi kuesioner yang gue berikan.
Gue sempet ngobrol lumayan lama sama keluarga itu.Gue ketawa aja pas mereka kira awalnya gue dari Tim Bedah Rumah.
Ketawa miris.Entah kenapa gue jadi sedih ga bisa bantu apa-apa ke mereka.
Yeah,gue harap beneran deh ya tuh Tim Bedah Rumah kesana.
It was just one respondent then I couldn't tell u the whole story afterall.
But afterall I just can confess that I am a whore.
A whore of perfection.
A spoiled girl whose lack of acceptance.
Tearing and screaming aloud, instead some others building and screaming inside.
A spoiled girl whose spoil the money
A cup of latte and escapades, instead some others a bunch of sweat and responsibility.
A spoiled girl whose too in love with herself.
Alone and winning, instead some others in a company and sharing the life.
And again when it comes to relationship.
Kita cuma bisa membuat sebuah hubungan apabila kita mau terlibat di dalamnya.
Mau mengambil andil dan bertanggung jawab atasnya.
Either way, in a relationship..
You can't be you and you-alone.
Gue sama sekali bukan pakar dari masalah penerimaan ini.
Remember that am a whore whose lack of acceptance, am surely can't build a strong relationship.
Tapi gue merasakan ada suatu titik dimana egosentris akan bocor dengan merembesnya rasa saling tergantung.
Yesterday,today am exploring myself and accept it.
Today,tomorrow I need the other gigolo.
Taming without boundaries.
Support without spoiling.
Vision with no tension.
Damn-O-acceptance.
cheeriO! :D
P.S
My paper is about to be "Gambaran penerimaan Olivia Aldisa terhadap kehidupan"
Dear respondents, it's not yous.It's me ;p
Friday, March 26, 2010
EXPLORING
Akhir-akhir ini gue masih dibikin gila sama urusan medrec.Iya masalah yang sama, sama postingan gue kemaren.Eh eh ada yang beda ga sama tulisan gue? ;p
Saya mengganti kata ‘gw’ jadi ‘gue’ (penting sekali).Yah abis kalo dipikir-pikir labil juga.Makanya gue ganti..
Halah, labil.
Sebenernya yah kita tuh cuma berpindah dari satu kelabilan ke kelabilan berikutnya.
Coba aja kita
Kita pun menyadari kelabilan yang diperbuat dan merubahnya jadi stabil berdasarkan pengalaman hidup yang telah kita jelajahi hari demi hari.
Tadi siang gw eh gue seperti Selasa siang yang biasa maraton keliling RSHS.Kali ini misi gue adalah : mendapatkan acc dari beberapa bagian dan medrec.YES!
Pertama kali gue bertandang ke Diklat dan bertemu Bu Esih yang selalu saja bisa menghibur gue dengan cara bicaranya yang lucu sekali, Kawan.Cara ngomongnya khas, sunda pisan , dan temponya cepeeet banget-tapi datar! Bisa lo bayangin gue mesti konsentrasi penuh pas denger dia ngomong.Eniwei dia baik sekali.
Bu Esih menyuruh gue ke Sekretariat Bedah untuk bertemu Pak Edih (emang begini tulisannya, bukan yang tanpa ‘h’) dan ke Seksi Rekam Medis dengan Pak Asep.Gue bagaikan pendekar ular piton yang menerima memo sebagai mandat untuk menemui guru besar nun jauh disana.(plis,Ri)
Dengan pedenya gw ke sekretariat bedah yang biasanya gue datangi dan ternyata : tetoooot anda salah….. Mana ga ada siapa-siapa buat ditanya.Akhirnya gue keluar dengan tangan hampa.
Kesel-kesel akhirnya gue nanya satpam..dia menunjukkan arah yang tau-taunya arah poli bedah.Errrgghhh bapak… ini mah poli bedah eta bukan sekretariatnyahhh :( :( :(
Gue yang memang punya keterbelakangan di bidang dimensi tiga ngasal aja jalan tanpa arah.. tapi tau-tau di depan gue terpampang tangga hijau yang bersinar dan tergantung disana plang ‘Sekretariat Bedah’..Gue melangkah menaikinya bagaikan menaiki tangga surga (lebay).Beruntung sekali Pak Edih ada disana dan gue mendapatkan benda pusaka eh proposal yang udah di acc tanpa banyak cingcong.
Nah, saatnya rekam medis..disana gue juga dengan mudah mendapatkan izin.Lalalalala lalu gue balik lagi ke Bu Esih tea.
Gue udah ketawa-ketiwi aja mengingat abis ini gue bebas.Eh,ternyata masih ada satu lagi nyangkut.Gue mesti dapet acc dari bedah plastik.Siak.Kenapa gue ga kepikiran sebelumnya yah.Tapi santai sih gue udah asik sama kru bedah plastik kayak Pak Kirno dan Teh Riri.Sampe sana gue disuruh nunggu Pak Kirno di dalam ruangan (orang-orang ngantre di luar ehhehe).Singkat kata gw mendapatkan acc dari dr.Hardi, Kasubag Bedah Plastik.Yeayy!
Dengan puas hati bangga diri gue menyerahkannya ke Bu Esih dan meninggalkan proposal tercinta untuk di acc sang Dirut RSHS.
Gue berasa Dora The Explorer.Tinggal ditambah ransel ama poni mangkok kebalik.
Hal-hal kayak gini memang cukup berat tapi kalo dipikir-pikir seru juga.Mau ga mau ini
Besarnya kita adalah besarnya pengalaman yang telah dijelajahi dalam hidup.Masalah selalu aja ada.Bisa gila kalo ga bisa menerima dia di sekitar kita.Trouble is a friend! Gitu sih kata Lenka.
Ngomongin soal menjelajah..gue suka menjelajah
Kalo dipikir-pikir banyak juga kesalahpahaman yang terjadi sebenarnya dan gue minta maaf sekali lagi pada pihak yang (merasa) dirugikan.
Makanya dulu gue pernah sampe ditelfon sama ceweknya sobat gue..mana suaranya imut-imut banget lagi.Nanyain gue ama T ada hubungan apa.Gue sih ketawa-ketawa aja dan dianggap gila beneran.(ga deng).Pernah juga gue disuruh ngaku kalo ada ‘apa-apa’ sama sobat gw,D.padahal sumpah mau ditaro kamera pengintai juga siap-siap aja bete karena hasilnya nihil. Yang paling parah gue dianggap biang keladi sebab putusnya dia ama cewenya.
Hhhh…..
Dan belom lama ini gue emang abis jalan ama sobat cowok yang gue kenal di kampus karena mau curhat seharian.Trus pas gue kepergok ama geng anak pintar sendirian lagi milih-milih aksesoris di PVJ salah satu dari mereka nanya.. “
Bingung gue.
Satu-satunya eh lima-limanya alasan gue jalan ama sobat berkelamin pria adalah :
- Cowok mau dicurhatin tanpa dia maksa juga pingin curhat balik.At least bisa nunggu sampe curhatan gue selesai.
- Cowok ga rempong.Hidupnya lebih praktis dan ga dikit-dikit ngecek henpon.
- Cowok bisa diajak gila beneran.Much more adventurer.Bukan cewek ga bisa ya tapi seumur hidup gw cuma segelintir cewe banget yang bisa begini.
- Cowok logis dan ga gampang sakit hati.Gue bisa mendapatkan cara pandang cowok yang ga bisa gue dapet in case gue cewek dan mau gue ngomong asal seenak udel monyet sobat cowok ngertiin aja gitu.Malah ngatain balik.Sial.
- Cowok lebih bisa jaga rahasia.Entah ya selama ini kalo gue cerita ke mereka ga pernah bocor dan mereka tidak menyalahgunakan kepercayaan itu.Not a backstabs!
Sebenernya masih ada banyak keuntungan lain tapi entar gue disangka oportunis lagi..kayak mereka bisa jagain kita karena seenggaknya cowok gitu
Hehehhe :p
Tapi mau bagaimanapun gue atau para cewek manapun yang punya temen cowok mesti jaga diri juga..Yah udah ngerti kan.Kita
Punya temen dari berbagai kalangan bisa dikatakan meng-explore diri kita juga.Kita jadi tahu mana yang benar atau salah.Lebih mengenal jati diri kita yang sesungguhnya.Bisa juga lebih banyak pengalaman yang kita dapatkan waktu bersama-sama atau dari cerita-cerita mereka.
But In a Relationship..
I wonder how far we should explore until we got enough experiences so we can choose the right one to live?
Seorang teman wanita gue, R berkeluh kesah waktu itu kenapa nyokapnya nyruruh dia untuk gonta-ganti pacar.Alasannya biar banyak tau dulu.Daripada udah stuck sama satu orang lalu menyesal pada akhirnya.
Tapi kilahnya teman gue ini, gimana kalo emang yang stuck ama dia sekarang memang jodohnya? Memang orang yang tepat?
Allahu’alam sih. (Sah!)
Tapi ini masih aja menggelitik pikiran gue sampai sekarang.
Kalo dipikir-pikir dulu nyokap gue pacaran 7 taun lebih eh nyasar-nyasarnya ke bokap gue yang cuma dia kenal beberapa bulan aja sebelum memutuskan untuk menikah.Ketemu pun cuma beberapa kali karena nyokap terbang (beliau pramugari:red) kemana-mana.
Terus kakak sepupu gue..dia menjalin hubungan selama 9 tahun sama sang tetangga .. tetangga jauh sih.Pada akhirnya putus dan menikah dengan seorang warga Tionghoa dan diboyong ke
Tapi..si Christian Sugiono yang udah 8 juta taon pacaran ama TiKam akhirnya married juga sih walopun mesti jauh-jauh ke ostrali segala.Gue bertanya-tanya apa mereka kawin disana karena memperbolehkan kawin beda agama ato emang sanak familinya domba dan koala.
Kesimpulan yang bisa gue bikin simpul mati sampe saat ini adalah hidup orang itu beda-beda.Ada yang sekali tembak di ‘Katakan Cinta’ (eh udah ga ada lagi yak?) langsung ketemu jodoh, ada yang mesti gonta-ganti 10 kali,100 kali, ada yang pake cara ta’aruf, ada yang dijodohin kayak si Siti Nurbaja, ada pula yang bersikeras untuk jalan sendiri karena masih mau meng-explore kehidupan tanpa campur tangan orang selain dirinya…
Afterall we look ourselves in quality not the quantities of partners or ex-valentines we had.
Hidup kita adalah kualitas perjalanan yang kita jelajahi semasa kita hidup sebagai proses, mentoknya manusia sama
Don’t judge each other’s life by its cover!
CheeriO! xDD